Juni 2014

Libur panjang akhir semester genap atau liburan kenaikan kelas untuk jenjang SD, SMP, SMA mulai dari tanggal 23 Juni sampai denga 12 Juli 2014, beberapa sekolah sampai tanggal 11 Juli 2014, dengan pertimbangan tanggal 12 Juli 2014 masuk untuk menerima informasi jadwal terbaru ditahun pelajaran 2014/2015.

Bagi guru yang bertugas sebagai urusan kurikulum, walaupun masih suasana libur biasanya sudah mulai membuat persiapan-persiapan administrasi kegiatan belajar mengajar ditahun pelajaran yang baru nanti, salah satunya membuat Kalender Pendidikan untuk sekolah, sebagai panduan awal, berikut ada Kalender Pendidikan Untuk Tahun Pelajaran 2014/2015 yang bisa anda jadikan sebagai acuan untuk sekolah-sekolah anda.

Semoga Bermanfaat.
Link Download File Excel Kalender Pendidikan


Baca pelan-pelan, ojo kesusu yo le... Cak Nun dengan tegas menguraikan..

“Wis anggaplah aku ini kafir fir...
terus opo hakmu utowo hak wong liyo terhadap aku...
Iki menyangkut martabat manusia....
Mengenai benar kafir tidak orang itu....
wilayahnya Allah.....

Urusan sesrawung antar manusia ...
adalah ojo nuding-nuding wong,...
itu merendahkan dan menyakiti hatinya....

Sedang di dalam Islam ....
sangat dilarang menyakiti hati orang lain....

Wis anggaplah misalnya Gus Dur itu antek Yahudi....
terus kalian mau apa.....

Apakah kalian yakin ....
bahwa saya muslim ...
Dari mana kalian tau saya muslim?
Kalau ternyata saya hanya akting?
Kalau darah saya halal....
wis gek ndang dipateni ....
dan okeh sing kudu dipateni....

Allah saja masih memiliki ruang ....
barangsiapa mau beriman maka berimanlah....
barangsiapa mau kufur...
silakan kufur.....

Maka....
kepada orang yang kita anggap sesat ...
atau kufur....
mbok wis didongakke wae ...
supaya diberi hidayah oleh Allah...

Jangan dituding-tuding...
Itu menghina martabat manusia...
Musuh kita adalah kesempitan ....
dan kedangkalan berpikir...
koyo JARAN....
Anda semua harus ombo...
dan jembar pikirane....

Harus mengerti kiasan...
dan konteks-konteks....
Makanya...
sebelum omong banyak tentang Islam....
yuk belajar dulu jadi manusia....

Manusia yang manusia itu melu keroso loro (sakit)...
kalau ada manusia lainnya disakiti hatinya....
Bahkan kalau kita menyakiti orang lain ...
aslinya kita sendiri juga merasa sakit....
Manusia yang jembar dan murni ...
itu sesungguhnya pandai merasa (rumongso/ngroso)...

Rasulullah saja ketika diprotes sahabat ...
tentang Bilal yang tak bisa mengucap huruf Syin....
kok malah dipilih sebagai muadzin...
justru menjawab...
pokoknya ...
kalau kalian mendengar dia mengucap sin....
padahal yang harusnya syin....
itu maksudnya syin.....
Itulah kearifan Rasulullah...

Kalau kalian tidak menerima hal ini....
berarti kamu menghina orang celat....
Bisa kualat kita ...

Semoga ‪#‎tidakgagalpaham‬ ..
(dikutip dari Quote MH Ainun Najib )

Repost.

Baca judul posting kali ini yaitu Guru ke Rumah Siswa Kenapa Tidak jangan langsung negatif thingking ya... :D Guru ke Rumah Siswa itu bukan berarti sang guru lagi "ngapelin" siswinya loh ya.

Tulisan ini terinspirasi dari kisah seorang rekan guru, yang hampir tiap sore sepulang mengajar di sekolah, menggelar Les Privat dirumah sang Guru, dan sering kali sang Guru di minta datang ke rumah siswa yang minta di privat untuk mata pelajaran tertentu, misal saja Les Privat mata pelajaran Matematika, IPA, Bahasa Inggris, Les Privat Ngaji, dan lain sebagainya.

Les privat biasa di minta oleh para siswa yang benar-benar ingin memperdalam materi pelajaran yang didapat disekolah, contoh siswa ini saya acungi JEMPOL dan patut di contoh. Namun seringkali Guru ke Rumah Siswa untuk les privat karena permintaan orang tua siswa, paksaan orang tua supaya si anak punya kesibukan, atau mungkin paksaan orang tua yang menginginkan anaknya bisa menguasai atau memperdalam mata pelajaran tertentu yang diajarkan di sekolah si anak.
Untuk kasus yang ke dua ini, banyak siswa yang justru kurang menikmati pelajaran yang diberikan guru privatnya, yang ada hanyalah tekanan, paksaan, dan kadangkala berakibat kurang baik pada diri siswa itu sendiri, walaupun ada juga yang berakhir tetap menjadi lebih baik.

TAPI... tidak semua yang dipaksa itu menyakitkan loo, ada juga yang karena awalnya paksaan, tapi diakhir cerita memperoleh kebahagiaan, karena apa...? ya tentunya paksaan yang dimaksud merupakan paksaan dalam hal kebaikan, paksaan yang diberikan karena memang seorang anak diawal harus dipaksa terlebih dahulu, atau istilah lainya adalah membiasakan anak, supaya kedepannya akan terbiasa dan berakhir menjadi bisa.

Kembali ke topik Guru ke Rumah Siswa untuk memberi les privat, jadi pada prinsipnya seorang guru pada sekolah tertentu bisa dan sah-sah saja hukumnya untuk memberikan pelajaran tambahan pada siswa yang memang membutuhkan dan memintanya, tentunya dengan konsekuensi Les Privatnya tidak Gratis, atau dengan kata lain siswa (orang tua siswa) harus memikirkan obat pengganti lelah sang Guru, dan yang tak kalah pentingnya adalah Guru tersebut bisa bersikap profesional jika siswa yang mendapat les privat merupakan anak didik disekolah juga, misal terkait soal-soal ulangan, hasil evaluasi di sekolah, dll.

Karena seringkali saya mendengar ada sekolah yang dengan tegas melarang guru sekolah tersebut memberikan les privat pada siswa, alasanya sederhana; dikhawatirkan adanya pilih kasih, adanya kebocoran soal-soal dan lain sebagainya yang dianggap bisa merugikan kredibilitas sekolah. Saya pribadi berpendapat, alasan larangan ini cukup masuk akal, karena memang bisa jadi saat ada ulangan di sekolah, siswa yang mendapat les privat akan mendapatkan bocoran soal terlebih dahulu, tiada lain supaya Les Privatnya bisa dianggap berhasil oleh orang tua siswa, tentunya ini yang tidak diharapkan kita bersama.


Jadi Guru ke Rumah Siswa, Kenapa Tidak...

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget

Label