Guru ke Rumah Siswa, Kenapa Tidak

Baca judul posting kali ini yaitu Guru ke Rumah Siswa Kenapa Tidak jangan langsung negatif thingking ya... :D Guru ke Rumah Siswa itu bukan berarti sang guru lagi "ngapelin" siswinya loh ya.

Tulisan ini terinspirasi dari kisah seorang rekan guru, yang hampir tiap sore sepulang mengajar di sekolah, menggelar Les Privat dirumah sang Guru, dan sering kali sang Guru di minta datang ke rumah siswa yang minta di privat untuk mata pelajaran tertentu, misal saja Les Privat mata pelajaran Matematika, IPA, Bahasa Inggris, Les Privat Ngaji, dan lain sebagainya.

Les privat biasa di minta oleh para siswa yang benar-benar ingin memperdalam materi pelajaran yang didapat disekolah, contoh siswa ini saya acungi JEMPOL dan patut di contoh. Namun seringkali Guru ke Rumah Siswa untuk les privat karena permintaan orang tua siswa, paksaan orang tua supaya si anak punya kesibukan, atau mungkin paksaan orang tua yang menginginkan anaknya bisa menguasai atau memperdalam mata pelajaran tertentu yang diajarkan di sekolah si anak.
Untuk kasus yang ke dua ini, banyak siswa yang justru kurang menikmati pelajaran yang diberikan guru privatnya, yang ada hanyalah tekanan, paksaan, dan kadangkala berakibat kurang baik pada diri siswa itu sendiri, walaupun ada juga yang berakhir tetap menjadi lebih baik.

TAPI... tidak semua yang dipaksa itu menyakitkan loo, ada juga yang karena awalnya paksaan, tapi diakhir cerita memperoleh kebahagiaan, karena apa...? ya tentunya paksaan yang dimaksud merupakan paksaan dalam hal kebaikan, paksaan yang diberikan karena memang seorang anak diawal harus dipaksa terlebih dahulu, atau istilah lainya adalah membiasakan anak, supaya kedepannya akan terbiasa dan berakhir menjadi bisa.

Kembali ke topik Guru ke Rumah Siswa untuk memberi les privat, jadi pada prinsipnya seorang guru pada sekolah tertentu bisa dan sah-sah saja hukumnya untuk memberikan pelajaran tambahan pada siswa yang memang membutuhkan dan memintanya, tentunya dengan konsekuensi Les Privatnya tidak Gratis, atau dengan kata lain siswa (orang tua siswa) harus memikirkan obat pengganti lelah sang Guru, dan yang tak kalah pentingnya adalah Guru tersebut bisa bersikap profesional jika siswa yang mendapat les privat merupakan anak didik disekolah juga, misal terkait soal-soal ulangan, hasil evaluasi di sekolah, dll.

Karena seringkali saya mendengar ada sekolah yang dengan tegas melarang guru sekolah tersebut memberikan les privat pada siswa, alasanya sederhana; dikhawatirkan adanya pilih kasih, adanya kebocoran soal-soal dan lain sebagainya yang dianggap bisa merugikan kredibilitas sekolah. Saya pribadi berpendapat, alasan larangan ini cukup masuk akal, karena memang bisa jadi saat ada ulangan di sekolah, siswa yang mendapat les privat akan mendapatkan bocoran soal terlebih dahulu, tiada lain supaya Les Privatnya bisa dianggap berhasil oleh orang tua siswa, tentunya ini yang tidak diharapkan kita bersama.


Jadi Guru ke Rumah Siswa, Kenapa Tidak...

Posting Komentar

[facebook][blogger]

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget

Label