Agustus 2015

PTK (Penelitan Tindak Kelas) sebagai salah satu metode penelitian terdapat beberapa keterbatasan, antara lain:
  1. Validitasnya yang masih sering disangsikan
  2. Tidak mungkin melakukan generalisasi karena sampel sangat terbatas
  3. Peran guru yang bertindak sebagai pengajar dan sekaligus peneliti sering membuat sangat repot.
PTK dimulai dengan adanya masalah yang dirasakan sendiri oleh guru dalam pembelajaran. Masalah tersebut dapat berupa masalah yang berhubungan dengan proses dan hasil belajar siswa yang tidak sesuai dengan harapan guru atau hal-hal lain yang berkaitan dengan perilaku mengajar guru dan  perilaku belajar siswa. Langkah menemukan masalah dilanjutkan dengan menganalisis dan merumuskan masalah, kemudian merencanakan PTK dalam bentuk tindakan perbaikan, mengamati, dan melakukan refleksi. 

Keempat langkah utama dalam PTK yaitu merencanakan, melakukan tindakan perbaikan, mengamati, dan refleksi merupakan satu siklus dan dalam PTK siklus selalu berulang. Setelah satu siklus selesai, barangkali guru akan menemukan masalah baru atau masalah lama yang belum tuntas dipecahkan, dilanjutkan ke siklus kedua dengan langkah yang sama seperti pada siklus pertama. Dengan demikian, berdasarkan hasil tindakan atau pengalaman pada siklus pertama guru akan kembali mengikuti langkah perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi pada siklus kedua. Keempat langkah dalam setiap siklus dapat digambarkan sebagai berikut.
 
Referensi: buku PENELITIAN TINDAKAN KELAS yang disusun oleh: Rustam, Mundilarto dan Diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan Tenaga Kependidikan dan Ketenagaan Perguruan Tinggi.

Penelitian tindakan kelas (PTK) merupakan penelitian yang dilakukan guru di kelasnya sendiri dengan cara merancang, melaksanakan, dan juga merefleksikan tindakan secara kolaboratif dan   partisipatif dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai seorang guru sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat sesuai yang diharapkan guru, sekolah, dan tentunya orang tua siswa.

Manfaat Penelitian Tindakan Kelas bagi Guru adalah sebagai berikut:
  1. Membantu guru untuk memperbaiki mutu pembelajaran
  2. Meningkatkan profesionalitas guru
  3. Meningkatkan rasa percaya diri sebagai guru
  4. Memungkinkan guru secara aktif bisa mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki sebagai guru.
Selain keempat manfaat PTK diatas, membuat PTK, kemudian menyeminarkan PTK dengan mendatangkan minimal 15 guru yang terdiri dari minimal 3 sekolah yang berbeda, bisa dimanfaatkan untuk pengajuan PAK untuk kenaikan tingkat sebagai seorang Guru PNS.

Ujian Kompetensi Guru (UKG) 2015 yang dalam rencana akan dilaksanakan sekitar bulan Nopember 2015 dan diikuti oleh kurang lebih 3 juta guru seluruh Indonesia tentu tidak bisa kita anggap enteng atau kita menganggapnya biasa saja, karena kita tidak tau regulasi-regulasi berikutnya yang akan keluar terkait hasil UKG 2015 ini, sebagai bahan untuk belajar para peserta UKG 2015 yang informasinya akan diikuti oleh seluruh Guru baik yang sudah mengikuti maupun yang belum mengikuti UKG, berikut saya sediakan link download Kisi-Kisi UKG 2015 yang saya ambil langsung dari web resmi sergur.kemdiknas.go.id, untuk mengantisipasi kesulitan dalam mendownload karena banyaknya guru yang mengakses web tersebut, maka kisi-kisi UKG saya simpan di google drive.

Kisi-kisi yang tersedia disini kisi-kisi UKG tahun 2015 untuk jenjang SD/SMP/SMA/SMK, dalam satu file pdf.

Berikut Kisi-Kisi UKG 2015 yang bisa anda download:


Bagi anda yang membutuhkan kisi-kisi mata pelajaran lainya, silahkan tinggalkan komentar akan segera saya update disini.
Demikian, semoga bermanfaat dan Selamat Belajar.

Pelaksanaan UKG sekitar bulan Nopember 2015 untuk semua Guru di Indonesia dengan jumlah total sekitar 3juta lebih. Mata Pelajaran yang akan di Ujikan untuk setiap Guru adalah satu Mapel (Spesifik dan Independen) sesuai Jenjang masing-masing.

Mapel UKG adalah 1 (satu) mapel yang diampu sesuai DATA DAPODIK, jika data mapel anda di dapodik tidak sesuai dengan data sesungguhnya, segera perbaiki sebelum tanggal 10 Oktober 2015, agar tidak menjadi korban ujian salah mapel yang dampaknya akan ditanggung sendiri.

Berikut daftar Mapel yang termasuk TIDAK Spesifik & TIDAK Independen alias Multitafsir yaitu:

  1. Mulok (SD, SMP, SMA, SMK)
  2. Keterampilan (SMP, SMA)
  3. Seni Budaya (SD, SMP, SMA)
  4. Bahasa Daerah (SD, SMP, SMA, SMK)
  5. Prakarya (SMP, SMA)


Kompetensi yang diujikan dalam Uji Kompetensi Guru (UKG) 2015adalah kompetensi pedagogik dan profesional, jumlah soal UKG 2015 antara 60-100 butir, tergantung mata pelajaran masing-masing.

Demikian, semoga bermanfaat.

UKG tahun 2015 yang dalam rencananya akan dilaksanakan sekitar bulan nopember 2015 akan diikuti oleh 3.015.315 guru yaitu untuk semua guru baik yang sudah pernah mengikuti UKG maupun bagi guru yang belum mengikuti UKG. UKG tahun ini juga dalam rangka pemenuhan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Kemendikbud, yaitu rata-rata kompetensi guru pada tahun 2019 mencapai angka delapan (8,00).

Sebagaimana kita ketahui bahwa pada tahun 2012 lalu, Kemendikbud telah melaksanakan UKG secara online dan offline bagi guru dan Kepala Sekolah, namun hasil UKG tersebut menunjukkan nilai rata-rata UKG yang cukup kecil yaitu sebesar 4,7, oleh karena itu UKG tahun 2015 ini diharapkan bisa berjalan dengan baik dan menghasilkan nilai yang lebih baik pula.

Kompetensi yang diujikan dalam Uji Kompetensi Guru (UKG) 2015 adalah kompetensi pedagogik dan profesional, jumlah soal UKG 2015 antara 60-100 butir, tergantung mata pelajaran masing-masing.

Soal untuk Kompetensi Pedagogik berisi tentang kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran peserta didik dalam proses kegiatan belajar mengajar disekolah. 
Ada 7 aspek kemampuan yang harus dimiliki seorang guru, yaitu:
  1. Mengenal karakteristik anak didik
  2. Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran
  3. Mampu mengembangan kurikulum
  4. Kegiatan pembelajaran yang mendidik
  5. Memahami dan mengembangkan potensi peserta didik
  6. Komunikasi dengan peserta didik
  7. Penilaian dan evaluasi pembelajaran
Soal untuk kompetensi profesional tentunya berisi tentang kemampuan profesional seorang guru sesuai mata pelajaran yang diampu. Oleh karena itu, supaya anda berhasil dengan nilai yang memuaskan dalama Uji Kompetensi Guru tahun 2015 ini, segera belajar sesuai kompetensi yang akan diujikan. Semoga Sukses.

Sebagaimana surat edaran tentang pelaksanaan UKG 2015, rencananya UKG 2015 akan dilaksanakan sekitar bulan Nopember 2015, pelaksanaan UKG tahun ini benar-benar akan diterapkan ke semua Guru baik yang belum pernah ikut UKG maupun bagi mereka yang sudah pernah mengikuti UKG, sedangkan Mata Ujian setiap Guru adalah 1 Mata pelajaran sesuai Jenjang masing-masing.

Penting untuk guru mempersiapkan diri, mapel UKG adalah 1 (satu) mapel yang diampu sesuai DATA DAPODIK, jika data mapel anda di dapodik tidak sesuai dengan data sesungguhnya, segera perbaiki sebelum tanggal 10 Oktober 2015, agar tidak menjadi korban ujian salah mapel yang dampaknya akan ditanggung sendiri.

Kompetensi yang diujikan dalam Uji Kompetensi Guru (UKG) 2015 adalah kompetensi pedagogik dan profesional, jumlah soalnya antara 60-100 butir, tergantung mapel masing-masing.

Informasi dari TIM UKG Pusat Muhammad Rafie Pawellangi.

Bagi sebagian guru melakukan PTK (Penelitian Tindakan Kelas) tidaklah semudah membalikan telapak tangan, melakukan PTK berarti seorang guru harus benar-benar menyiapkan waktu, tenaga, materi, yang tidak sedikit, bahkan kadang menjadi momok tersendiri karena PTK berarti membuat karya ilmiah yang berarti guru harus menulis. Menulis inilah yang kadang tidak semua guru mampu, walaupun kalau ditilik dari latar belakang pendidikan seorang guru yang lulusan Sarjana, tentunya menulis sudah pernah dilakukan pada saat menulis karya ilmiah berupa skripsi atau tugas akhir sebagai sarjana.

Dibawah ini saya tuliskan penjelasan singkat tentang Penelitian Tindak Kelas (PTK) yang saya ambil dari buku PENELITIAN TINDAKAN KELAS yang disusun oleh: Rustam, Mundilarto dan Diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan Tenaga Kependidikan dan Ketenagaan Perguruan Tinggi.

Penelitian tindakan kelas (PTK) adalah sebuah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya sendiri dengan jalan merancang, melaksanakan, dan merefleksikan tindakan secara kolaboratif dan partisipatif dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya sebagai guru sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat.

PTK memiliki karakteristik sebagai berikut:
  1. Masalah berawal dari guru
  2. Tujuannya memperbaiki pembelajaran
  3. Metode utama adalah refleksi diri dengan tetap mengikuti kaidah-kaidah penelitian
  4. Fokus penelitian berupa kegiatan pembelajaran
  5. Guru bertindak sebagai pengajar dan peneliti.

Mengapa guru dianggap paling tepat untuk melakukan PTK ?
  1. Guru mempunyai otonomi untuk menilai kinerjanya 
  2. Temuan penelitian tradisional sering sukar diterapkan untuk memperbaiki pembelajaran
  3. Guru merupakan orang yang paling akrab dengan kelasnya
  4. Interaksi guru-siswa berlangsung secara unik
  5. Keterlibatan guru dalam berbagai kegiatan inovatif yang bersifat pengembangan  mempersyaratkan guru untuk mampu melakukan PTK di kelasnya.
Apa manfaat PTK bagi guru?
Manfaat Penelitian Tindakan Kelas (PTK) bagi guru adalah sebagai berikut:
  1. Membantu guru memperbaiki mutu pembelajaran
  2. Meningkatkan profesionalitas guru
  3. Meningkatkan rasa percaya diri guru
  4. Memungkinkan guru secara aktifmengembangkan pengetahuan dan keterampilannya
Demikian sekilas penjelasan tentang PTK, pemerintah mengharapkan guru saat ini bisa melakukan PTK, sebagai wujud seriusnya himbauan ini, maka munculah regulasi yang mensyaratkan guru harus sudah pernah melakukan PTK saat mau naik kegolongan tertentu.

Oleh : KH. Zainal Arifin Abu Bakar
 
( Ketua LDNU, Pengasuh Pesantren Denanyar ) 
 
 
ألْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِيْ أنْعَمَنَا بِنِعْمَةِ اْلإيْمَانِ وَالإسْلاَمِ وَأفْضَلَنَا باِلعِلْمِ وَاْلعَمَلِ عَلىَ سائر مَخْلُوْقَاتِهِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أشْرَفِ نَبِيِّهِ سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدْ أَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ, شَهَادَةً تُنْجِبْنَا بِهَا مِنْ اَهْوَالِ يَوْمِ الْقِيَامَة, واشهد ان محمّدا عبده ورسوله لاَنَبِيَ بَعْدَهُ ، أمابعد : ياَأَيُّهاَ النَّاسُ اتَّقُوالله حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَتَمُوتُنَّ إِلاَّوَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Jamaah Sidang Jum’at Rohimakumullah 
Pertama, marilah kita tingkatkan takwa kita kepada Allah Ta’ala. Dengan takwa yang sebenar-benarnya yaitu dengan menjalankan semua perintah Allah dan meninggalkan semua laranganNya. Karena apabila kita bertakwa dengan sebenar-benar takwa, maka Allah telah menjanjikan untuk memberi jalan keluar dari kesulitan yang kita hadapi dan Allah menganugerahkan rizki yang tidak terduga.

 
وَمَنْ يَتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجَا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْتَسِبُ 
“Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah maka Allah akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberi rizki dari arah yang tidak disangka-sangka.”

Kedua, marilah kita bersyukur kehadirat Allah Ta’ala yang telah memberikan kepada kita berbagai macam kenikmatan. Bersyukur dalam arti yang sebenarnya adalah memanfaatkan atau menggunakan semua nikmat yang Allah berikan untuk mendekatkan diri atau beribadah kepada-Nya.

Sidang Jum’at yang berbahagia,
Sebagai muslim yang berhaluan Ahlussunah Wal Jama’ah, kita seharusnya menjadi pelopor dan penengah sunnah-sunnah Rosulullah dan melestarikan amalan-amalan para ulama’ salaf ash-sholihin. Di antara sunnah-sunnah Rosulullah tersebut  adalah sholat berjama’ah. 

Kaum muslimin muslimat rohimakumullah,
Menurut Jumhur Ulama’, sholat berjama’ah hukumnya sunnah muakkad sedangkan menurut Imam Ahmad Bin Hanbal, sholat berjama’ah hukumnya wajib. Rosulullah SAW selama hidupnya sebagai Rosul belum pernah meninggalkan sholat berjama’ah di masjid meskipun beliau dalam keadaan sakit. Rosululah SAW pernah memperingatkan dengan keras keharusan sholat berjama’ah di masjid, sebagai mana diuraikan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori Muslim 

 
وَالَّذِى نَفْسِى بِيَدِهِ لَقَدهممت أن اَمُرَ بِحَطْبٍ فَيَحْتَطِبُ ثُمَّ اَمُرَ بِا لصَّلاَةِ فَيُؤَذِّنَ لَهَا ثُمَّ اَمُرَ رَجُلاً فَيَؤُمَّ النَّاسَ, ثُمَّ اُخَالِفَ اِلَى رَجُالٍ لاَيَشْهَدُونَ الصَّلاَةَ فَأُحْرِقَ عَلَيْهِم بُيُوتَهُمْ - متفق عليه
“Demi jiwaku yang berada dalam kekuasaan-Nya, sungguh aku bertekad menyuruh mengumpulkan kayu bakar, kemudian aku suruh seorang adzan untuk sholat dan seseorang untuk mengimami manusia, kemudian aku pergi kepada orang-orang yang tidak ikut sholat, kemudian aku bakar rumah mereka”

Pada suatu saat Rosulullah didatangi oleh salah satu sahabat yang dicintainya, yaitu Abdullah Bin Umi Maktum. Ia berkata kepada Rosulullah bahwa dirinya buta dan tidak ada yang menuntunnya ke masjid sehingga ia memohon kepada Nabi untuk memberinya keringanan untuk tidak melaksanakan sholat berjama’ah di masjid. Selanjutnya Rosulullah bertanya kepadanya:

 
هَلْ تَسْمَعُ النّدَاءَ بِالصَّلاَةِ ؟ قَالَ نَعَمْ. قَالَ : فَأَجِبْ.. 

Begitulah seruan Rosulullah kepada umatnya agar senantiasa menunaikan sholat berjama’ah di masjid sekalipun kepada sahabatnya yang tidak bisa melihat alias buta. Bagaimana dengan kita umatnya, yang diberikan kenikmatan yang sempurna. Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Rosulullah bersabda :

 
لاَصَلاَةَ لِمَنْ جَارَ الْمَسْجِدَ اِلاَّ بِالْجَمَاعَة وَفِى رِوَايَة اِلاَّ فِى الْمَسْجِد - رواه احمد
 

Tidak sempurna sholat seseorang yang bertetangga dengan masjid kecuali dengan berjama’ah. Dalam suatu riwayat, kecuali di masjid.

Jama’ah sholat Jum’ah rohimakumullah,
Hadits-hadits di atas menunjukkan betapa pentingnya sholat berjama’ah. Rosulullah menekankan bahwa sholat jama’ah dilaksanakan di masjid. Karena masjid didirikan bukan untuk bemegah-megahan, melainkan untuk diramaikan atau dimakmurkan. Allah berfirman dalam surat At-Taubah ayat 18:

 
إنَّمَا يَعْمُرً مَسَاجِدَ اللهِ مَنْ أمَنَ بِاللهِ وَاليَوْمِ الأخِرِ وَأقَامَ الصَّلاَةَ وَأَتَى الزَّكَوةَ وَلَمْ يَخْشَ إلاَّ اللهَ
 
“Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta tetap mendirikan sholat, menunaikan zakat, dan tidak takut selain kepada Allah.”

Hadirin jama’ah sholat Jum’at rohimakumullah
Banyak keutamaan dan manfa’at yang bisa diperoleh ketika seseorang menunaikan sholat berjama’ah. Ada keutamaan yang diperoleh di dunia dan juga ada keutamaan atau manfaat yang bisa diperoleh nanti di akhirat. Diantara keutamaan atau manfaat dari sholat berjamaah adalah sebagai berikut : 

Manfaat yang pertama adalah Allah melipatgandakan pahala sholat berjama’ah sampai dua puluh tujuh derajat.

 
قال رسول الله صلّى الله عليه وسلّم : صَلاَة الْجَمَاعَة اَفْضَلُ مِنَ صَلاَةِ الفَدِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِيْنَ دَرَجَة -- متفق عليه 

“Sholat berjama’ah itu lebih utama dari sholat sendiri dengan dilipatkan sampai dua puluh tujuh derajat”

Manfaat yang kedua yaitu menjauhkan diri dari sifat munafik. Karena di antara sifat orang munafik adalah bermalas-malasan dalam sholat. Hal ini tertera dalam surat An-Nisa’ ayat 142 :

 
إنَّ المُنَفِقِيْنَ يُخَدِعُوْنَ اللهَ وَهُوَ خَدِعُهُمْ وَإذَا قَامُوا إلىَ الصَّلاَةِ قَامُوْا كُسَالَى يُرَاءُوْنَ النَّاسَ وَلاَ يَذْكُرُوْنَ اللهَ إلاَّ قَلِيْلاً

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah. Dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk sholat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya’ (dengan sholat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.”

Dalam sebuah hadits Nabi bersabda : 

“Tidaklah ada sholat yang lebih berat bagi orang-orang munafik melebihi sholat Shubuh dan Isya’. Dan seandainya mereka mengetahui pahala pada keduanya, niscaya mereka akan datang (berjama’ah) meskipun dengan merangkak.” (Muttafaqun ‘Alaih)

Manfaat yang ketiga yaitu menjadi sebab diampuni dosanya oleh Allah. Rosulullah bersabda :

 
إِذَا قال اْلإِمَامُ (غَيْرِ اْلمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلاَالضّآلّين) فَقُوْلوُا : آمين, فَإِنَّهُ مِنْ وَافَقَ قَوْلُهُ قَوْلُ اْلمَلاَئِكَةِ غَفِرَ لَهُ ماَتَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ -- رواه البجارى و مسلم 

“Jika imam mengucapkan “Ghoiril maghdhubi ‘alaihim waladhdholliin”, maka ucapkan amin, karena sesungguhnya siapa yang mengucapkan amin bersamaan dengan ucapan malaikat maka ia akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
Dalam hadits lain Nabi bersabda :

“Barangsiapa yang berwudhu untuk sholat dan menyempurnakan wudhunya, lalu berjalan untuk menunaikan sholat, dan ia sholat bersama manusia atau berjama’ah atau di dalam masjid, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya.”

Manfaat yang keempat dari sholat berjama’ah adalah mengembangkan disiplin dan berakhlak mulia. Sholat berjama’ah mengajarkan disiplin seorang makmun senantiasa mengikuti gerakan imam dan berada di belakang imam. Hal ini tentu membiasakan melatih kedisiplinan dalam kehidupan seseorang, menghilangkan ego, perbedaan dan dengan penuh kerendahan hati patuh dan taat pada pimpinannya, yaitu imam.”

Rosulullah bersabda :
 
اِنَّمَاجُعِلَ اْلإِمَامُ لِيُؤْتَمٌ بِهِ, فَلاَ تَحْتَلِفُ عَلَيْهِ, وَإِذَا كَبُرَ فَكَبِّرُوْا وَإِذَا رَكَعَ فَارْكَعُوْا وَإذَا سَجَدَ فَاسْجُدُوْا وَإذَا صَلّىَ جَالِسًا فَصَلّو جُلُوْساً أجْمَعِيْنَ

 
Manfaat yang kelima dari sholat berjama’ah adalah tumbuhnya persaudaraan, kasih sayang dan persamaan.

Apabila kita bertemu lima kali dalam sehari, maka akan tumbuh kasih sayang diantara sesama muslim. Dan jika suatu waktu ada saudara kita yang biasa berjama’ah kemudian beberapa waktu tidak hadir di masjid, maka kita akan bertanya-tanya, ada apa atau mengapa ia tidak berjama’ah? Seandainya jawaban yang didapat bahwa beliau itu sakit, maka kita akan bergegas menjenguk dan mendo’akannya.

Sholat berjama’ah juga mengajarkan persamaan : tidak dibedakan antara yang kaya dan yang miskin, seorang pejabat atau rakyat jelata, atasan atau bawahan, semua berdiri, ruku’, sujud, dan duduk dalam satu barisan untuk taat dan tunduk kepada Allah. Allah berfirman:

 

اِنَّ اللهَ يُجِبُّ الَّذِيْنَ يُقَا تِلُونَ فِى سَبِيْلِهِ صَفًّا كَأَ نَّهُمْ بُنْيَانٌ مَرْصُوصٌ. 

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya, dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti bangunan yang sangat kokoh.

 
بَارَكَ الله لِى وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِى وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذْكُرَ الْحَكِيْمَ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَاِنَّهُ هُوَالسَّمِيْعُ العَلِيْمُ, وَأَقُوْلُ قَوْلى هَذَا فَاسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

Download Versi PDF.
Sumber.

Empat Kompetensi Guru berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, yaitu pada pasal 10 ayat (1) berisi bahwa “Kompetensi guru sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi”.

Berikut penjelasan tentang 4 kompetensi guru:

1. Kompetensi Pedagogik
Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran peserta didik dalam proses kegiatan belajar mengajar disekolah. Kompetensi ini termasuk yang membedakan antara profesi sebagai guru dengan profesi non guru.
Ada 7 aspek kemampuan yang harus dimiliki seorang guru, yaitu:

  • Mengenal karakteristik anak didik
  • Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran
  • Mampu mengembangan kurikulum
  • Kegiatan pembelajaran yang mendidik
  • Memahami dan mengembangkan potensi peserta didik
  • Komunikasi dengan peserta didik
  • Penilaian dan evaluasi pembelajaran
2. Kompetensi Kepribadian
Kompetensi ini terkait dengan guru sebagai teladan, beberapa aspek kompetensi ini misalnya:
  • Dewasa
  • Stabil
  • Arif dan bijaksana
  • Berwibawa
  • Mantap
  • Berakhlak mulia
  • Menjadi teladan bagi peserta didik dan masyarakat
  • Mengevaluasi kinerja sendiri
  • Mengembangkan diri secara berkelanjutan 

3. Kompetensi Sosial
Kompetensi guru berikutnya adalah kompetensi sosial bisa dilihat apakah seorang guru bisa bermasyarakat dan bekerja sama dengan peserta didik serta guru-guru lainnya. Kompetensi sosial yang harus dikuasai guru meliputi:
  • Berkomunikasi lisan dan tulisan
  • Menggunakan teknologi komunikasi dan informasi secara fungsional
  • Bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik
  • Bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar
  • Bertindak sesuai dengan norma agama, hukum, sosial, dan kebudayaan nasional Indonesia
  • Menunjukkan pribadi yang dewasa dan teladan
  • Etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru

4. Kompetensi Profesional
Kompetensi ini dapat dilihat dari kemampuan guru dalam mengikuti perkembangan ilmu terkini karena perkembangan ilmu selalu dinamis. Kompetensi profesional yang harus terus dikembangkan guru dengan belajar dan tindakan reflektif. Kompetensi profesional merupakan kemampuan guru dalam menguasai materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang meliputi:
  • Konsep, struktur, metode keilmuan/teknologi/seni yang menaungi/koheren dengan materi ajar
  • Materi ajar yang ada dalam kurikulum sekolah
  • Hubungan konsep antar pelajaran terkait
  • Penerapan konsep-konsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari
  • Kompetensi secara profesional dalam konteks global dengan tetap melestarikan nilai dan budaya nasional 
Lebih lengkap tentang kompetensi guru beserta penjelasan indikator-indikator semisal pada kompetensi pedagogik yang wajib dikuasai guru, anda bisa mendownload dokumenya di tautan dibawah ini. (sumber)

Kemendikbud akan melaksanakan Uji Kompetensi Guru (UKG) pada pertengahan bulan Nopember tahun 2015.

Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan melaksanakan Uji Kompetensi Guru (UKG) pada pertengahan bulan Nopember tahun 2015. Uji kompetensi ini akan dilaksanakan cara online di sekolah yang telah memiliki fasilitas dan offline bagi kabupaten yang belum siap.


UKG dilaksanakan dalam rangka pemetaan kompetensi pedagogik dan profesional guru sesuai bidang atau mata pelajaran yang diampu. Uji kompetensi akan diikuti oleh 3.015.315 guru. UKG tahun ini juga dalam rangka pemenuhan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Kemendikbud, yaitu rata-rata kompetensi guru pada tahun 2019 mencapai angka delapan (8,00).


Pada tahun 2012 lalu, Kemendikbud telah melaksanakan UKG secara online dan offline bagi guru dan Kepala Sekolah. Dari hasil UKG tersebut menunjukkan nilai rata-rata UKG sebesar 4,7.
Melalui surat edaran Direktorat GTK Kemendikbud bernomor 2825/B/PR/2015, pihaknya meminta Kepala Dinas Provinsi dan Kabupaten/Kota memotivasi para guru untuk meningkatkan kompetensinya.


Untuk menunjang pelaksanaan UKG tahun 2015, Dinas pendidikan diminta untuk membantu persiapan pelaksanaannya, yaitu sosialisasi pelaksanaan UKG tahun 2015 kepada guru dan menyiapkan Tempat Uji Kompetensi (TUK). Persiapan UKG secara Nasional akan dikoordinasikan oleh Direktorat GTK Kemendikbud sekitar bulan September tahun 2015.

Sumber: http://www.sekolahdasar.net/2015/08/jadwal-pelaksanaan-uji-kompetensi-guru-ukg-tahun-2015.html

Diagram Alir Tahapan Pendataan Dengan Dapodik Versi 4.0.0:
Ketentuan awal :
  1. Kode registrasi masih tetap sama dengan tahun sebelumnya, pastikan koderegistrasi ini bersifat rahasia, unik dan tidak diketahui oleh orang-orang yang tidak berkepentingan
  2. Jika koderegistrasi ini bocor/ DIKETAHUI OLEH ORANG LAIN YANG TIDAK BERTANGGUNGJAWAB hubungi dinas pendidikan setempat untuk dilakukan reset ulang koderegistrasi. Dampak dari reset koderegistrasi akan mencegah pengiriman data dari koderegistrasi lama.
  3. Sebelum insstal versi 4.00 harus dilakukan unistalasi aplikasi versi sebelumnya (3.03)
  4. Prosedur instalasi dan generate ulang prefill sama dengan aplikasi sebelumnya.
  5. Pastikan 1 sekolah hanya terinstal di 1 komputer, namun 1 komputer dapat digunakan lebih dari 1 sekolah dengan menggunakan kode registrasi yang berbeda (mengakomodir sekolah yang tidak memiliki computer).
  6. Selalu memeriksa web dapo.dikdas.kemdikbud.go.id untuk menjamin kesesuaian data di lokal aplikasi dengan di data yang diterima di server KEMDIKBUD.
  7. Pastikan data = fakta tanpa ada rekayasa, selalu memutakhirkan data sesuai dengan dinamika data yang ada di sekolah.
  8. jika berpindah-pindah computer lakukan Siklus generate sync -ulang prefill. Prefill lama akan hilang dengan sendirinya setelah di registrasi (jangan dikoleksi/disimpan)
  9. Validasi di aplikasi tidak mencegah sinkronisasi , namun pastikan validasi = 0 untuk menjamin kualitas data sekolah anda lengkap, benar, mutakhir dan shahih.
  10. Koneksi internet hanya dibutuhkan saat melakukan sinkronisasi,
  11. Manfaatkan prosedur tambah peserta didik secara ONLINE (baca penjelasan) agar memudahkan operator bekerja secara efektif dan efisien (tidak input ulang dari awal)
Sumber.

Salah satu fitur pada dapodikdas versi 4.0.0 yang sangat membantu operator sekolah dalam menambahkan data siswa  baru adalah fitur tambah peserta didik baru dengan metode ONLINE, dengan metode ONLINE ini operator sekolah tidak lagi input/ ketik semua data dari formulir yang diisi peserta didik secara manual lewat aplikasi dapodikdas, namun cukup memindah data dari sekolah asal ke sekolah yang baru.

Sebelum kita menambah peserta didik baru dengan metode ONLINE ini, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, yaitu:
  1. Hanya digunakan untuk peserta didik SMP kelas 7 (peserta didik baru) atau mutasi
  2. Sekolah lama Peserta Ddidik tersebut sudah di keluarkan dari sekolah lama (lulus/mutasi)
  3. Hanya dilakukan dengan cara full online (lewat website dapo.dikdas.kemdikbud.go.id)
Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
  1. Login sebagai operator sekolah di web dapo.dikdas.kemdikbud.go.id dengan menggunakan user dan password anda sebagai operator sekolah - klik menu mutasi disebelah kiri.


  2. Cari sekolah lama prop-kab-kota-kec-nama sekolah, lalu lakukan pencarian peserta didik berdasarkan nama atau NISN,
  3. PASTIKAN peserta didik yang di temukan adalah benar periksa detil peserta didik agar menjamin peserta didik tersebut yang di maksud sebelum di lakukan perintah pindah/masuk ke sekolah anda.
  4. Setelah di eksekusi lewat web tersebut (sampai dengan tahap konfirmasi), lakukan sync di aplikasi agar dapat menurunkan peserta didik yang dimaksud. Secara otomatis peserta didik yang dipindahkan secara online akan turun semua ke aplikasi.
  5. Periksa kelengkapan atribut data peserta didik baru tersebut jika ada yang kurang segera lengkapi.
  6. Lakukan mapping ke dalam rombel sesuai dengan tingkatnya.
  7. Lakukan sync untuk mengupdate data peserta didik baru tersebut.
  8. Periksa hasil sync terakhir di web dapo.dikdas.kemdikbud.go.id, pastikan isi data di web sudah sesuai dan lengkap sesuai dengan di aplikasi dapodik sekolah.
Download Aplikasi Dapodikdas Versi 4.0.0

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget

Label