Rekap Nilai UKG 2015 Semua Mapel Kabupaten Semarang dan Nasional

Uji Kompetensi Guru (UKG) tahun 2015 yang telah terlaksana pada bulan November s/d Desember 2015 cukup meninggalkan banyak pertanyaan dan rasa penasaran pada diri peserta , bagaimana nilai akhir yang akan didapat, bagaimana tindak lanjut dari pemerintah dengan hasil UKG para guru se Indonesia, apakah benar informasi yang beredar bahwa nilai UKG akan disebar luaskan secara bebas, orang tua, siswa bisa melihat nilai akhir UKG guru-guru mereka? pertanyaan-pertanyaan ini sebagian membuat resah dan gelisah bagi sebagian guru, terutama bagi mereka yang saat pelaksanaan UKG telah melihat skor nilai yang didapat mungkin cukup "mengecewakan" hati mereka.

Namun melihat reaksi masyarakat terutama Guru kepada pemerintah, akhirnya rumor penyebarluasan hasil UKG secara bebas diurungkan niatnya, nilai akhirnya hanya dikirim ke dinas pendidikan kabupaten/ kota dan kemudian diberikan atau di infokan kepada pihak terkait seperti sekolah atau guru saja.

Secara Nasional, berdasarkan informasi yang ada di kemendikbud, bahwa Sebanyak tujuh provinsi mendapat nilai terbaik dalam penyelenggaraan uji kompetensi guru (UKG) tahun 2015. Nilai yang diraih tersebut merupakan nilai yang mencapai standar kompetensi minimum (SKM) yang ditargetkan secara nasional, yaitu rata-rata 55. Tujuh provinsi tersebut adalah DI Yogyakarta (62,58), Jawa Tengah (59,10), DKI Jakarta (58,44), Jawa Timur (56,73), Bali (56,13), Bangka Belitung (55,13), dan Jawa Barat (55,06).

Uji kompetensi guru (UKG) tahun 2015 menguji kompetensi guru untuk dua bidang yaitu pedagogik dan profesional. Rata-rata nasional hasil UKG 2015 untuk kedua bidang kompetensi itu adalah 53,02. Selain tujuh provinsi di atas yang mendapatkan nilai sesuai standar kompetensi minimum (SKM), ada tiga provinsi yang mendapatkan nilai di atas rata-rata nasional, yaitu Kepulauan Riau (54,72), Sumatera Barat (54,68), dan Kalimantan Selatan (53,15).

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud, Sumarna Surapranata mengatakan, jika dirinci lagi untuk hasil UKG untuk kompetensi bidang pedagogik saja, rata-rata nasionalnya hanya 48,94, yakni berada di bawah standar kompetensi minimal (SKM), yaitu 55. Bahkan untuk bidang pedagogik ini, hanya ada satu provinsi yang nilainya di atas rata-rata nasional sekaligus mencapai SKM, yaitu DI Yogyakarta (56,91).

“Artinya apa? Pedagogik berarti cara mengajarnya yang kurang baik, cara mengajarnya harus diperhatikan,” ujar Pranata usai konferensi pers akhir tahun 2015 di Kantor Kemendikbud, Jakarta, (30/12/2015).

Pranata mengatakan, setelah nilai UKG dilihat secara nasional, nanti akan dilihat lagi secara rinci hasil UKG per kabupaten/kota, dan hasil UKG per individu (guru). “Ada pertanyaan, ini data hasilnya mau diapakan? Dengan data ini kita dapat potret untuk kita memperbaiki diri,” katanya.

Ia mencontohkan, ada guru yang mendapat nilai rata-rata 85. Namun meskipun nilai tersebut baik, setelah dianalisis hasilnya, guru tersebut memiliki kekurangan di beberapa kelompok kompetensi. “Dia ada kekurangan di tiga kelompok, yaitu kelompok kompetensi 1, kelompok kompetensi 4, dan kelompok kompetensi 6. Maka dia harus memperbaikinya,” tutur Pranata. Salah satu instrumen untuk meningkatkan kompetensi guru itu adalah dengan pelatihan dan pendidikan yang lebih terarah sesuai dengan hasil UKG.

Berikut gambaran hasil UKG 2015 secara Nasional:


Berikut Grafik hasil UKG 2015 khusus Kabupaten Semarang, Jawa Tengah:

Posting Komentar

Pak, untuk nilai UKG tiap individu nya di release ndak? bisa kah di share?

carane goleki nomer ukg ku piye yo pak

[facebook][blogger]

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget

Label