Kriteria Capaian Minimal (KCM) Guru Pembelajar Berubah Menjadi 70

Guru mempunyai tugas, fungsi, dan peran sangat penting serta strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Guru yang profesional diharapkan mampu berpartisipasi dalam pembangunan nasional untuk mewujudkan insan Indonesia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki jiwa estetis, etis, berbudi pekerti luhur, berjiwa sosial,  dan berkepribadian yang baik. Tidaklah berlebihan kalau dikatakan bahwa masa depan masyarakat, bangsa, dan negara, sebagian besar ditentukan oleh guru. Agar guru dapat melaksanakan tugasnya  dalam memberikan layanan pendidikan / pembelajaran yang berkualitas kepada peserta didik, wajib bagi guru untuk selalu melakukan kegiatan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan guna mendukung pengembangan profesi bagi Guru Pembelajar sesuai dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Guru sebagai pembelajar harus senantiasa melakukan kegiatan pengembangan diri yang artinya pengembangan diri ini dilakukan bukan untuk pemerintah, bukanlah untuk kepala sekolah, dan juga bukan untuk kantor dinas pendidikan akan tetapi sejatinya setiap pendidik adalah pembelajar. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah bahwa guru wajib untuk senantiasa melakukan pengembangan diri sebagai bagian dari Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan. Peningkatan kompetensi guru terkait dengan profesionalismenya, harus dilakukan secara berkelanjutan. Hal ini diatur dalam Peraturan Menteri Negara PAN dan RB Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya serta Permendiknas No. 35 Tahun 2010 tentang petunjuk teknis Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya untuk kenaikan karir dan kepangkatannya.

Sebagai langkah mengaktualisasikan guru profesional, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengembangkan program fasilitasi bagi guru untuk melakukan kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan guna mendukung Guru Pembelajar yang merupakan kegiatan pengembangan diri guru. Kegiatan Guru Pembelajar secara terus menerus diharapkan dapat memperkecil kesenjangan pengetahuan, keterampilan, kemampuan sosial, dan kepribadian  di antara para guru, dan pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di dalam kelas.

Peningkatan kompetensi tersebut berimplikasi terhadap pengakuan atau penghargaan berupa angka kredit yang selanjutnya dapat digunakan untuk peningkatan karirnya. Hal ini sejalan dengan kebijakan pengembangan karir dan kepangkatan guru.

Kegiatan Guru Pembelajar dikembangkan berdasarkan peta kompetensi guru yang dapat dilihat dari hasil Penilaian Kinerja Guru (PKG),  dan Uji Kompetensi Guru (UKG) serta didukung dengan hasil evaluasi diri. Guru yang kompetensinya masih di Kriteria Capaian Minimal (KCM) akan mengikuti peningkatan kompetensi Guru Pembelajar yang diorientasikan untuk mencapai standar kompetensi minimal. Guru yang hasil pengembangan keprofesiannya telah mencapai standar kompetensi minimal, kegiatan Guru Pembelajar-nya diarahkan kepada peningkatan keprofesian yang  dapat memenuhi tuntutan ke depan dalam pelaksanaan tugas dan kewajibannya memberikan pembelajaran yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan sekolah.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan mengembangkan peningkatan kompetensi Guru Pembelajar ini dalam 3 (tiga) moda, yaitu (1) Tatap Muka; (2) Daring (full online learning); dan (3) Kombinasi antara daring dan tatap muka (blended learning), yang selanjutnya disebut dengan daring kombinasi.

Klasifikasi moda tersebut dilaksanakan dengan mempertimbangkan hal-hal berikut: 
  1. Peta kompetensi guru berdasarkan hasil UKG 
  2. Jumlah guru yang sangat besar  
  3. Letak geografis dan distribusi guru diseluruh Indonesia 
  4. Ketersediaan koneksi internet  
  5. Tingkat literasi guru dalam Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) 
  6. Efisiensi biaya dan fleksibilitas pembelajaran  
  7. Adanya beberapa unsur mata pelajaran (misalnya pelajaran vokasi) yang sulit untuk disampaikan secara daring.

Uji Kompetensi Guru tahun 2015 memang meninggalkan dampak yang cukup mengagetkan, banyak yang tidak menyangka bahwa hasil perolehan nilai UKG tahun 2015 ternyata digunakan berbagai kebijakan-kebijakan pemerintah, contoh saja misalkan bagi Guru yang mendapatkan nilai tinggi setelah mengikuti UKG 2015 bisa menjadi IN (Instruktur Nasional) Guru Pembelajar, kemudian Guru yang nilai UKG 2015 diatas 80 maka cenderung mulus perjalanan menuju PLPG.

Tahun 2017 karena adanya perubahan Kriteria Capaian Minimal (KCM) Guru Pembelajar dari 65 (tahun 2016) menjadi 70 (tahun 2017), maka sebaiknya periksa akun GPO Bapak/Ibu di https://sim.gurupembelajar.id/ dengan menggunakan akun GPO masing-masing. Salah satu dampaknya adalah jumlah merah/hitam per kelompok modul akan berubah, yang tadinya tidak ada merahnya mungkin saja sekarang jadi ada merahnya, yang tadinya cuma punya 3 merah, mungkin sekarang jadi banyak merahnya.

Silahkan segera cek melalui akun guru pembelajar anda, buka kembali catatan anda, jika lupa atau hilang, segera hubungi ketua MGMP anda untuk meminat akun guru pembelajar.
Untuk login di Guru Pembelajar Online, anda gunakan no peserta UKG yang dijadikan email di guruku.id, jadi misal no peserta UKG anda 201510401111, maka akun anda adalah: 201510401111@guruku.id , sedangkan passwordnya silahkan diingat dan buka catatan anda.

Download Juknis Guru Pembelajar Online DISINI.

Posting Komentar

[facebook][blogger]

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget

Label